Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Januari 2012

"Perjalanan Seribu Batu"

Perjalanan seribu batu bermula dari satu langkah
Iringan ketetapan hati dan kemantapan nurani
Tuhan akan selalu meridhoi
Ketunggalan tujuan menjadi satu hal utama dalam keberhasilan hidup
Tak soal apapun tujuan seseorang
Berjuanglah, lalui apa yang semestinya dilalui
Semua adalah proses

Hidup kita akan meningkat hanya apabila kita berani mengambil kesempatan serta resiko
Dan yang paling sulit kita ambil adalah berkaca kembali dengan diri kita
Bahwa apabila sesuatu belum waktunya, secepat apapun langkah pasti akan terhenti
Dan apabila telah waktunya, semua yang tak mungkin bisa terjadi
Teruslah ikuti proses, bekerja keras dan selalu mengadu hanya kepada-Nya
Tuhan tidak akan membiarkan kita dengan segala kerja keras kita
Meskipun saat indah itu datang dan terjadi tidak pada waktu yang diharapkan

Senin, 05 Desember 2011

Antara Sekolah dan Rasa Lapar


Realitas di masyarakat memang memperlihatkan pilihan ini. Ketika memutuskan untuk mengirim anak-anak mereka ke lembaga-lembaga sekolah, orang tua seperti melakukan perjudian. Perjudian antara mengalami rasa lapar dan melihat anak mereka memakai seragam sekolah. Kita sangat tahu persis bahwa pemerintah telah mengalokasikan 20% APBN untuk kebutuhan pendidikan yang kalau di uangkan bisa mencapai puluhan triliun. Namun, kenapa dilema ini masih ada? Herankan?

Banyak yang menyatakan bahwa mayoritas anggaran pendidikan tersedot untuk menggaji tenaga pendidik sehingga untuk pengembangan sekolah sendiri pada dasarnya kurang mencukupi. Buktinya, banyak sekali sekolah-sekolah yang gedungnya terancam ambruk, tapi tak mampu melakukan pembenahan. Maka, tak heran jika kemudian muncul keraguan, mungkinkah dana sebesar itu mampu dimanfaatkan untuk menfasilitasi pendidikan bagi masyarakat lapis bawah?

Sabtu, 03 Desember 2011

Menikmati Kopi Kehidupan


Kebahagiaan tidak bisa diukur dengan situasi lahiriah. Banyak orang yang kelihatan kaya, hidup bergelimangan harta dan tak pernah kekurangan, namun pada kenyataanya mereka tidak bahagia. Mereka selalu dihinggapi rasa iri dan sakit hati ketika tetangga atau kolega mereka bisa membeli sebuah mobil yang lebih mewah. Akhirnya, mereka pun disibukkan untuk bekerja dengan tujuan untuk menumpuk harta sehingga mereka pun tidak bisa menikmati kehidupan yang telah mereka raih.

Sebaliknya, banyak orang yang kelihatan biasa-biasa saja. Tidak ada kesan mewah atau kaya raya. Namun, mereka tampak bahagia. Mereka tahu bagaimana menikmati hidup yang telah dianugerahkan. Ketika tetangga atau kolega mendapatkan sesuatu yang lebih dari mereka, tak ada rasa iri atau pun dengki. Mereka ikut larut dalam kebahagiaan. Yah…situasi lahir tidak selalu mengambarkan apa yang ada dalam batin seseorang. Berikut ini adalah kisah bagaimana seharusnya kita menikmati hidup.